Plagiarisme dan Semangat Berbagi

Sore ini (7/5/2008) adalah kali pertama saya kembali menggunakan komputer setelah lebih dari 4 hari terbaring sakit dan harus dirawat inap di rumah sakit Cinere karena infeksi saluran tenggorokan. Ketika menyalakan beberapa aplikasi wajib di laptop, saya mendapatkan off line message dari Yahoo Messenger dari rekan Yuhendra yang katanya skripsi saya ada yang menjiplak (istilah kerennya copy-paste). Yuhendra pun memberikan linknya yang dapat diakses di sini.

Setelah melihat isi dari link tersebut ternyata isinya 99,99% mirip dengan skripsi saya yang dapat diakses di alamat ini sedangnya terdapat 0,01% daya pembeda pada tulisan tersebut, yaitu perbedaan pada nama penulisnya, kalau skripsi saya yang menulis adalah saya sendiri, yaitu Ahmad Zakaria, dalam tulisan tersebut penulisnya adalah Randi Ardiansyah yang sampe saat ini saya tidak tau siapa dia dan saya yakin kalau saya tidak punya hubungan terafiliasi dengan dirinya maupun website tersebut 🙂

***

Plagiarisme menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti penjiplakan yang melanggar hak cipta. Kasus plagiarisme sendiri memang bukan lah hal baru dalam dunia internet khususnya di dunia Blogger. Kehadiran internet dengan fasilitas search engine telah mempermudah siapapun untuk mencari bahan rujukan diinternet. Ternyata kemudahan semacam ini dimanfaatkan oleh rekan-rekan kita yang “kurang mau berkreasi” untuk sekedar menjiplak karya orang lain secara “brutal”. Rekan Anggara bahkan pernah menulis khusus mengenai hal ini dalam tulisannya yang berjudul Hak Cipta Atas Karya Tulisan Dalam Blog.

Kembali kepada kasus penjiplakan terhadap skripsi saya. Sesungguhnya skripsi saya tersebut dilindungi penuh oleh Undang-undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta karena memenuhi unsur Ciptaan yaitu setiap karya Pencipta yang menunjukkan keasliannya dalam lapangan ilmu pengetahuan, seni, atau sastra. Meskipun pada kenyataannya saya tidak pernah dan tidak berniat untuk mendaftarkan Ciptaan tersebut ke direktoran hak kekayaan intelektual di Departemen Hukum dan HAM. Penyebarluasan skripsi saya melalui media website pun tidak akan menghilangkan perlindungan hukum terhadap Ciptaan (baca: skripsi) saya tersebut.

Sedari awal ketika saya mengupload skripsi saya ke website pribadi ini, saya sudah bisa memprediksikan kalau suatu saat peristiwa plagiarisme ini akan terjadi. Bukannya ge-er kalau skripsi saya akan dipakai oleh orang lain karena bagus atau berkualitas, tapi saya coba berpikir dari sudut mahasiswa yang sudah terancam akan dikeluarkan dari universitas (drop out) kalau tidak segera lulus, sedangkan kalau mau lulus dia harus membuat skripsi dan skripsi mahasiswa tersebut sudah tiga kali ditolak dosen. Cepat atau lambat kalau orang sudah putus asa mencari bahan skripsi seperti itu, skripsi miliki si-fulan pun yang tidak jelas asal usulnya akan ia pakai demi menyelamatkan “hidup”nya, apalagi apabila tenggat waktu skripsi sudah mau berakhir.

Dengan mengetahui kemungkinan semacam itu, maka saya tidak terlalu kaget ketika rekan Yuhendra memberi tahu kalau skripsi saya ada yang menjiplak, karena saya berusaha memaklumi kalau si penjiplak adalah orang yang sedang susah dan rendah daya kreasinya sehingga tidak memiliki jalan lain untuk menyelamatkan hidupnya selain dengan menjiplak karya orang lain, atau orang yang menjiplak tersebut adalah orang yang sangat oportunis yang mencari keuntungan dan kekayaan hidup dengan membajak karya orang lain.

Untuk itu saya tetap menghimbau kepada teman-teman untuk jangan pernah ragu membagi ilmu pengetahuan kita melalui media internet ini, baik melalui forum-forum diskusi maupun blog. Jangan pernah takut plagiarisme, karena sifat dari internet adalah penyebaran informasi tanpa batas, cepat atau lambat akan terungkap dan semua orang akan tau siapa yang benar dan siapa yang salah. Jangan sampai karena takut plagiarisme kita jadi kehilangan semangat untuk berbagi.

Wassalam

Ahmad Zakaria (Zka)

2 Replies to “Plagiarisme dan Semangat Berbagi”

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.