Jalan-jalan Mendadak ke Tanjung Bira

Sedikit bercerita mengenai perjalanan mendadak saya ke Tanjung Bira, Sulawesi Selatan. Saya berangkat menuju Tanjung Bira hari Selasa tanggal 28 Juli 2015, sementara baru booking tiket, penginapan, land transportation pada hari Senin 27 Juli 2015. Berkat kecanggihan teknologi, semua proses reservasi berjalan dengan mudah dan praktis. Paling tidak website Traveloka dan Booking.com menjadi andalan saya untuk trip kali ini.


Perjalanan ke kota Makassar dilalui dengan tepat waktu dan setibanya di sana, langsung sarapan (dan brunch) Coto Makassar yang buka 24 jam. Nama restoran Coto Makassarnya adalah Coto Harmin. Selain Coto Makassar, di sini juga menjual sop konro tetapi kesempatan yang lalu saya belum mencoba. Mungkin lain kali. Saya pribadi sudah pernah mencoba Coto Nusantara, Coto Patterani dan Coto Paraikatte ..sejauh ini paling menyukai Coto yang buka 24 jam ini. Tempatnya yang tidak jauh dari Airport juga menjadi nilai tambah.

Coto Harmin

Setelah perut cukup terisi, perjalanan saya lanjutkan langsung ke Tanjung Bira. Untuk mencapai Tanjung Bira, diperlukan perjalanan darat kurang lebih 5-6 jam..tergantung kelancaran diperjalanan dan ada tidaknya perbaikan jalan. Alhamdulillah, tidak banyak hambatan dalam perjalanan menuju Tanjung Bira. Hanya karena cukup lama berdiam di mobil, justru terasa jauh melelahkan. Sepanjang perjalanan menuju Bira, kita akan melewati daerah Bulukumba. Di daerah ini terkenal dengan galangan kapal phinisi. Yap! Di sini lah tempat kapal Phinisi yang terkenal tersebut dibuat.

Perjalanan yang cukup melelahkan menuju Tanjung BIra terbayar penuh ketika mencapai Amatoa Resort yang berada di tebing Pantai Bira. Resortnya dikelola dengan baik dan memiliki pemandangan yang menakjubkan. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari pengemudi saya, Amatoa Resort ini merupakan Resort paling bagus di daerah Tanjung Bira. Mengingat saya tiba di Bira bukan pada high season, suasana tenang makin terasa dan sangat nyaman untuk refreshing. Saya memang selalu memilih liburan disaat orang-orang sudah kembali beraktifitas kerja 🙂

Berikut adalah beberapa foto resort Amatoa yang saya ambil pada saat kunjungan yang lalu.

Pemandangan dari Lobby Resort Amatoa

 

Waiting for the end of the day.. Brace yourself.. Sunset is coming… #sunset #holiday #rock #cliff #indonesia #travel

A photo posted by Ahmad Zakaria (@ahmadzakaria) on

Texture repetition over and over again…

A photo posted by Ahmad Zakaria (@ahmadzakaria) on

Selama saya di Bira, berkunjung ke beberapa tempat, yaitu Pantai Bara, Pulau Kambing, Pulau Liukang dan Appalarang. Semua tempat tersebut menyajikan pemandangan yang luar biasa…dan sangat fotogenic. Di Pulau Liukang saya sempat menikmati masakan penduduk setempat yang rasanya enak karena lauk yang disajikan sangat segar (baru tangkap pagi harinya). Biasanya ikan yang segar di daerah sini disebut sebagai “Ikan Mati Sekali”. Berikut beberapa foto-fotonya.

Pantai Bara
Pulau tak berpenghuni, hanya di isi kambing. Maka dari itu bernama Pulau Kambing

 

Salah satu spot untuk diving dan snorkeling. Ini merupakan salah satu spot diving dan snorkeling yang pernah saya temui
Makan Ikan Mati Sekali di rumah pak Samsudin yang juga merangkap sebagai nahkoda kapal
Pemandangan tebing di Appalarang. Perjalanan menuju Appalarang masih sulit, tapi pemandangan di sini luar biasa!

 

Untuk makanan lain, saya rekomendasikan ke Salassa Cafe di daerah Pantai Bira. Tempat ini selalu ramai dikunjungi turis asing karena memang rasa masakannya mantap dan harga bersahabat. Saya sendiri sangat suka masakan berbumbu rica-rica dan bumbu bali di restoran ini. Tidak salah rekomendasi yang diberikan oleh TripAdvisor atas tempat ini! Yang perlu diperhatikan kalau berkunjung ke Salassa Cafe adalah, anda harus sabar menunggu makanan anda karena menurut chef-nya, masakan di sini dibuat dengan cinta jadi harus perlahan-lahan 🙂

Beberapa kendala di Bira (khususnya di Amatoa Resort) adalah sinyal telepon selular yang tidak konsisten. Provider yang cukup bagus di sini adalah Indosat. Mungkin harusnya Amatoa bisa meng-install cellphone signal repeater atau memperbanyak wifi hotspot untuk tetap mempermudah pengunjung berkomunikasi dan “eksis” di media sosial.

Dalam perjalanan kembali ke Makassar saya mampir sejenak ke Masjid Islamic Center “Dato Tiro” Bulukumba untuk memotret masjid terbesar di daerah sini dengan arsitektur yang menarik.

 

Subhanallah.. House of Allah. The place of serenity and humanity… #mosque #bulukumba #indonesia #Architecture #nexus

A photo posted by Ahmad Zakaria (@ahmadzakaria) on

Sesampainya di Makassar hanya sempat mencoba kuliner Ulu Juku RM Angkasa Nikmat. Mungkin kalau saya kembali lagi ke Makassar mau mencoba restoran lain yang direkomenasikan teman-teman pencinta kuliner, yaitu Restoran Ahpoong.

Demikian catatan perjalanan singkat saya ke Makassar dan Bira.

3 Replies to “Jalan-jalan Mendadak ke Tanjung Bira”

  1. Hellooo,

    mau tanya untuk transportnya PP dari makasar ke bira menggunakan apa?
    apa ada CPny?
    mohon infonya yaa thank you 🙂

  2. Luar biasa Mas. Itu pemandangannya yang Indah atau Masnya yang pinter motret. Bagus sekali. Terima kasih atas infonya, sangat bermanfaat bagi saya 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *