Sosialisasi Pembentukan BUMN Holding Pertahanan Nasional dan Industri Teknologi Tinggi

Alhamdulillah dipercaya oleh Kementerian BUMN untuk menjadi konsultan hukum pembentukan BUMN Holding cluster National Defense & Hitech Industries. Ini salah satu inisiasi holding yang akan dibentuk oleh Kementerian BUMN tahun ini di samping pembentukan holding Infrastruktur, Perumahan & Pengembangan Kawasan, Farmasi, dan Investasi yang juga ditangani oleh UMBRA.

Pada kesempatan sosialisasi yang mengunjungi masing-masing perusahaan peserta Holding NDHI ini saya banyak sekali mendapatkan pengalaman baru dan belajar hal-hal baru. Dimulai dari kunjungan ke PT Industri Nuklir Indonesia (Persero) yang terletak di Komplek Puspitek, Serpong. Dalam kunjungan ini, saya baru tahu bahwa pengembangan nuklir kita tidak ketinggalan dari negara maju. Indonesia sebagai negara yang telah meratifikasi ketentuan penggunaan nuklir untuk tujuan damai, ternyata sudah banyak mengembangkan teknologi nuklir untuk kesehatan yang banyak dipakai dalam penanganan penyakin kanker. Menarik sekali mengunjungi berbagai ruangan di Inuki yang meskipun terkesan sudah out-of-date tapi strukturnya dinyatakan aman apabila terjadi kondisi bencana.

Selesai berkeliling di wilayah produksi, kita harus menanggalkan semua pelindung yang digunakan dan melakukan pemeriksaan apakah ada residu radiasi yang menempel. Alhamdulillah tidak ada residu radiasi yang menempel pada saya. Sempat khawatir juga sih pas lagi berkeliling terus saya digigit laba-laba 🙂

Sosialisasi lanjutanya dilakukan di kota Bandung dengan mengunjungi PT Pindad (Persero) yang merupakan produsen alat pertahanan seperti mid-size tank, kendaraan tempur Anoa, granat, rudal dan senjata lainnya. Di sini saya melihat-lihat alat-alat pertahanan Indonesia yang ternyata cukup laku keras untuk pasar Internasional karena terkenal kualitasnya yang bagus dengan harga yang bersaing.

Di Pindad juga terasa sekali “semangat nasionalisme” karyawannya terlihat dengan kehadiran yang sangat tepat waktu, semangat menyanyikan lagu nasional, aktif berdiskusi dan sangat fokus dalam menyaksikan presentasi sosialisasi. Sayang sekali karena terbatasnya waktu, saya tidak sempat berkeliling ke bagian produksi Pindad atau mencoba naik mid-size tank produksi Pindad. Insyaallah pada lain kesempatan akan kembali berkunjung dan mencoba naik tank-nya.

Sosialisasi berlanjut ke PT LEN (Persero). BUMN yang masuk dalam High Technology Industry ini banyak memproduksi alat-alat canggih seperti panel surya, radio komunikasi untuk keperluan militer, camera untuk drone, simulator untuk pesawat terbang dan produk canggih lainnya.

Sebagai penggila teknologi, saya senang sekali berada dilingkungan LEN ini. Banyak invoasi anak bangsa yang dihasilkan di sini. Saya juga tertarik melihat produksi LEN yang ditujukan untuk penanganan wilayah bencana yang terisolasi. Paket produknya terdiri dari panel surya untuk generator listrik, alat komunikasi dan perlengkapan SAR lainnya.

Di LEN saya mencoba simolator Airbus A320 dengan rute penerbangan dari Bandara Soekarno Hatta. Walhasil, penerbangan tidak berjalan dengan baik dan saya menyadari bahwa cita-cita saya untuk menjadi pilot bukan takdir untuk saya.

Kunjungan terakhir program sosialisasi tahap I adalah mengunjungi PT Dahana (Persero) di Subang. Dahana adalah BUMN yang fokus untuk memproduksi bahan peledak untuk keperluan pertahanan dan juga untuk industri pertambangan.

Salah satu produk kebanggaan dari Dahana adalah peledak yang digunakan pada roket untuk pesawat tempur Sukhoi. Di Dahana saya juga berkunjung melihat produksi kabel, detonator dan “dodol galak”. Produk terakhir sudah pasti bukan dodol yang bisa konsumsi karena ini adalah bahan peledak yang bentuknya seperti dodol garut :D.

Tidak banyak foto produk dari Dahana karena selama berkunjung ke pabriknya kita dilarang menyalakan alat komunikasi yang dikhawatirkan dapat memicu elektrostatis dan duaarrr.

Masih ada beberapa BUMN yang belum saya kunjungi untuk program sosialisasi, yaitu PT Dirgantara Indonesia, PT INTI dan juga PT PAL. Semoga kunjungan berikutnya saya kembali banyak mendapatkan pelajaran dan semakin yakin kalau dengan BUMN, ekonomi Indonesia bisa semakin maju!

Koridor Hukum Penjualan Aset BUMN yang Tidak Produktif

Efisiensi BUMN sudah menjadi target utama pada saat Dahlan Iskan diangkat menjadi Menteri BUMN menggantikan Mustafa Abubakar. Sebelum menjabat sebagai Menteri BUMN, Dahlan Iskan merupakan Direktur Utama PLN yang selama menjabat terkenal dengan semboyan “Kerja, Kerja dan Kerja!”. Visi dan misi yang simpel bagi perusahaan sebesar PLN, namun kenyataannya visi dan misi tersebut memang sangat tepat diterapkan di PLN.

Continue reading “Koridor Hukum Penjualan Aset BUMN yang Tidak Produktif”