Menjadi Pembicara pada IDSECCONF 2019

Dari komunitas untuk komunitas.

Pertama kali saya bersinggungan dengan dunia IT itu sekitar tahun 2002 atau sekitar Kelas 1 atau 2 SMU. Saat itu saya cukup aktif dalam beberapa komunitas IT dan bertekad untuk selalu berupaya memberikan kontribusi kepada komunitas IT sekalipun seandainya pekerjaan saya tidak ada hubungannya dengan IT.

Alhamdulillah janji itu dapat terus saya lakukan sekalipun saat ini profesi utama saya adalah menjadi konsultan hukum. Baik langsung maupun secara tidak langsung saya masih bisa aktif berkontribusi untuk komunitas IT. Salah satu wujud kontribusi saya adalah dengan menjadi pembicara pada acara yang diselenggarakan oleh komunitas IT.

IDSECCONF bukan sembarangan forum IT. Acara ini sudah cukup punya nama di Indonesia karena kualitas dan konsistensi pelaksanaannya. Suatu kebanggaan buat saya dapat menjadi pembicara diacara yang luar biasa hebat ini. Membagi sedikit pengetahuan dan pengalaman saya di bidang hukum dan IT untuk teman-teman sekalian khususnya mengenai perlindungan data pribadi di Indonesia.

Perlindungan data pribadi merupakan topik yang sedikit banyak menjadi irisan antara IT dan hukum di mana perlindungannya harus diperhatikan oleh para penggiat IT sehingga jangan sampai secara sengaja atau lalai menyebabkan data pribadi tersebut dapat disalahgunakan.

Saat ini sedang ada pembahasan untuk Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi. Saya secara professional telah memberikan beberapa tanggapan dan analisis atau RUU tersebut dan secara voluntary juga aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai RUU ini untuk menjaring komentar, pendapat dan saran yang bisa menjadikan RUU ini semakin baik. Wadah IDSECCONF saya gunakan juga untuk tujuan tersebut. Sambil menyelam, minum air istilahkan…

Semoga pemaparan saya pada acara IDSECCONF 2019 ini dapat memberikan manfaat kepada para peserta dan semoga saya tetap istikomah untuk tetap dapat berbagi untuk komunitas karena saya lahir dari komunitas dan adalah tanggung jawab moral saya untuk dapat kembali berbagi kepada komunitas.

Perlindungan Data Pribadi dalam Konstruksi Hukum Indonesia (Seminar di XL Axiata)

Pada 29 Oktober 2018 lalu saya berkesempatan berkunjung ke kantor XL di XL Axiata Tower untuk memberikan materia mengenai Perlindungan Data Pribadi yang menjabarkan bagaimana konstruksi hukum di Indonesia memberikan perlindungan kepada data pribadi terlepas dari masih belum diundangkannya Rancangan Undang-undang Data Pribadi.

Continue reading “Perlindungan Data Pribadi dalam Konstruksi Hukum Indonesia (Seminar di XL Axiata)”

Moderator “Seminar Kekayaan BUMN dalam Perspektif Hukum Keuangan Publik”

Merupakan suatu kehormatan dapat menjadi moderator pada acara “Seminar Kekayaan BUMN dalam Perspektif Hukum Keuangan Publik”. Acara ini merupakan rangkaian perayaan ulang tahun FHUI yang ke 94. Selain acara yang saya moderatori ini, terdapat beberapa seminar yang tak kalah menarik juga.

Acara ini dihadiri para pakar yang tidak diragukan lagi keilmuan dan pengalamannya dalam menjelaskan konsep kekayaan negara dan juga bagaimana suatu BUMN yang merupakan salah satu pilar perekonomian negara dapat memberikan kontribusi maksimal untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Dalam seminar ini juga sedikit dibahas mengenai Rancangan Undang-undang Badan Usaha Milik Negara yang rencananya akan menggantikan Undang-undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Undang-undang Badan Usaha Milik Negara.

Dari draft yang saya peroleh, terdapat beberapa isu kontroversial terkait dengan RUU BUMN tersebut, antara lain definisi BUMN dan Persero yang diusulkan tidak lagi terbatas pada perusahaan di mana negara memiliki penyertaan secara langsung tetapi sekarang apabila terdapat penyertaan negara secara tidak langsung pun, maka perusahaan tersebut akan menjadi BUMN.

Sebagai konsultan hukum yang banyak berkecimpung dalam transaksi dan mewakili klien BUMN tentunya banyak ilmu bermanfaat yang saya peroleh dari acara ini dan semoga kedepannya saya dapat memberikan kontribusi lebih baik dalam memberikan nasihat hukum kepada klien BUMN tersebut.

Terima kasih kepada panitia atas kesempatan yang diberikan dan juga terima kasih kepada beberapa klien yang juga hadir dalam seminar tersebut untuk berpartisipasi dan bersilaturahmi bersama.

Pergi berlayar ke pulau Maluku
Melihat negeri yang kaya raya
Maju terus FHUI ku
Bersatulah Indonesia jaya

 

Belitung (Re-Visit)

Ini kesempatan ketiga buat saya berkunjung ke Belitung. Pertama kali ke Belitung sebelum Belitung menjadi mainstream. Belitung sendiri menjadi mainstream tempat wisata pada saat booming film Laskar Pelangi. Kesempatan kedua ke Belitung lebih dimanfaatkan untuk mengunjungi beberapa tempat yang baru saja menjadi icon wisata Belitung, khususnya wisata laut dan kuliner.

Continue reading “Belitung (Re-Visit)”

Mari Memasak Tuna Bumbu Woku

Berencana kedepannya kalau mencoba resep baru untuk memasak, resepnya akan di-upload ke website ini.

Kali ini mencoba memasak tuna rica-rica dengan resep dari Ibu yang dulu belajar dari tetangga di Tembagapura yang orang Manado. Harusnya sih rasanya lumayan otentik.

Berikut resepnya:

Bahan-bahan

  • Tuna pocket +/- 100 gram
  • Bawang merah 10 siung
  • Bawang putih 5 siung
  • Rawit sesukanya (yang banyakkkkk)
  • Jahe 2 ruas kecil
  • Kunyit 1 ruas
  • Semua bumbu di blender
  • Daun kunyit 1 lembar
  • Daun jeruk 4 lembar
  • Daun pandan 2 helai
  • Sereh 2 batang dikeprek.

Cara Memasak

  • Potong tuna berbentuk persegi panjang, lumuri jeruk nipis dan garam. Goreng hingga sedikit kecokelatan. Sisihkan.
  • Tumis bumbu sampai wangi & matang, masukaan daun-daunan. Setelah tercampur rata dan wangi daun kunyit sudah semerbak, masukkan tuna. Aduk rata.
  •  Tambahkan air dan asem jawa. Masak hingga bumbu meresap ke ikan tuna dan air berkurang.
  • Sebelum dihidangkan, masukkan daun kemangi untuk menambah aroma segar.

Sajikan selagi panas!
Cocok disajikan dengan tumis bunga pepaya dan nasi panas 🍚 🐠 🌶