Install Mac OS X 10.7 Lion

Cukup lama Mac OSX Lion tersebut ada di harddisk saya. Selang sehari setelah Mac OSX Lion ini dirilis, saya langsung men-download-nya. Akan tetapi karena harddisk iMac saya termasuk daftar harddisk yang di-recall oleh Apple, saya menunda keinginan untuk menginstall Mac OSX Lion ini. Nah, sekarang setelah harddisk saya di replace, baru lah berkesempatan untuk menginstall Lion. Saya sendiri sudah tidak sabar sebenarnya untuk mencoba Lion. Cukup banyak review yang saya pelajari sebelum berkesempatan untuk mencoba langsung. Beberapa rekan sih sudah men-downgrade Lion untuk kembali ke Snow Leopard. Semoga saya bisa bertahan 🙂

Bercerita sedikit mengenai installasi Lion. Prosesnya sangat mudah dan berjalan cukup cepat. Tidak ada hambatan apapun. Ketika first boot pun semua berjalan dengan baik. Seluruh aplikasi yang sebelumnya terinstall di Snow Leopard tidak ada yang terhapus dan sejauh ini semua aplikasi tersebut berfungsi baik. Hal ini mungkin disebabkan karena sebelumnya saya meng-update semua aplikasi tersebut sebelum proses upgrade Lion. Tampaknya langkah ini merupakan langkah yang cukup krusial untuk menjamin proses upgrade berjalan lancar.

Meskipun telat banget, kira-kira ini lah beberapa fitur andalan pada Mac OSX Lion ini: full support terhadap aplikasi yang membutuhkan “full screen”, mission control yang mempermudah kita apabila bekerja multi tasking dan membutuhkan lebih dari satu tampilan desktop, launch pad yang membuat tampilan aplikasi yang terinstall pada Mac OSX Lion ini seperti layar sebuah iPad, fungsi auto save, auto resume (walau kadang ngeselin juga kalau ada fitur ini) dan fitur-fitur lain yang konon katanya pada Mac OSX Lion ini terdapat lebih dari 250 fitur baru.

Demikian cerita singkat dari saya yang telat menginstall Mac OSX Lion 🙂

Bicara Keamanan Sistem

Bicara keamanan pada suatu sistem komputer/gadget itu gampang-gampang susah. Gampang karena kita bisa memasang atau menggunakan sistem perlindungan apapun yang ditawarkan. Susahnya adalah, kita tidak bisa yakin 100% bahwa sistem itu itu aman sepenuhnya. Sering kali orang berbicara bahwa sistem A lebih baik dari sistem B atau sistem C adalah yang terbaik karena sistem C itu telah menggunakan perlindungan maksimal.

Contoh pada dunia nyata deh. Banyak yang bilang bahwa menggunakan Mac OSX itu lebih aman dari Windows di PC karena tidak mungkin kena virus atau pake linux itu lebih aman dari pada pakai Mac OSX atau Windows. Apakah pernyataan ini benar? Mungkin..tapi pada kenyataannya ketiga sistem yang saya sebutkan di atas memiliki celah keamanannya masing-masing. Yang terakhir, Windows dengan berbagai virus yang tak henti-hentinya. Mac OSX dengan memanfaatkan exploit pada file pdf dan linux dengan berbagai “rootkit”-nya.

Contoh lain adalah pada dunia gadget. Banyak yang bilang pakai iPhone dengan iOS-nya itu lebih aman daripada menggunakan smartphone berbasis Android atau yang berbasis Windows Mobile. Apakah ini benar? Sekali lagi mungkin..tapi kita tidak bisa menampikkan fakta bahwa ketiga sistem operasi pada gadget itu juga bermasalah.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Yang paling utama kita lakukan adalah mengerti penuh atas apa yang kita gunakan. Artinya adalah, setiap kita menggunakan suatu sistem, kita harus paham benar apa? bagaimana? kapan? kenapa? dan siapa sistem kita itu. Dengan pengetahuan itu kita tidak mudah terjebak pada virus, trojan atau aplikasi perusak lainnya, karena berdasarkan hasil riset, penyebab utama suatu sistem menjadi tidak aman adalah pengguna dari sistem itu.

Oh iya, kalau bicara mengenai keamanan sistem, mumpung beritanya masih hangat, ada berita dari salah seorang developer apps untuk Apple yang di-kick dari statusnya sebagai apps developer karena dia menampilkan video bagaimana menembus proteksi Apple terhadap apps-nya yang konon sangat secure.

Pesta Blogger 2008: Breakout Session – HAKI

Sebagai tanggung jawab saya sebagai salah satu fasilitator, saya ingin merekap hasil diskusi salah satu breakout session dalam Pesta Blogger 2008 yaitu mengenai “Aspek HAKI dalam Blogging”. Selain saya, fasilitator dalam diskusi ini adalah mas Ari Juliano. Sesi dibuka dengan pemaparan secara umum mengenai HAKI oleh mas Ari. Fokus pembahasan hak kekayaan intelektual dalam sesi ini adalah pada Hak Cipta yang merupakan hak kekayaan intelektual yang sifatnya terkait sangat erat dengan kegiatan blogging. Saya sendiri dalam diskusi tersebut berusaha menjadi pelengkap pembahasan yaitu dengan menceritakan beberapa pengalaman terkait hak cipta.

Continue reading “Pesta Blogger 2008: Breakout Session – HAKI”

Tips: Membuat Kembali Icon “Show Desktop”

Beberapa hari yang lalu saya tidak sengaja menghapus icon “Show Desktop” dari quick launch toolbar. seperti yang diketahui bahwa fungsi dari “Show Desktop” ini adalah menampilkan desktop. Fungsi yang tampaknya sepele, namun sesungguhnya sangat bermanfaat. Contohnya adalah ketika kita sedang membuka banyak window aplikasi secara bersamaan kemudian kita ingin menjalankan aplikasi lain, tentunya akan sangat membuang waktu kalau kita harus mem-minimize satu persatu window yang terbuka lalu kemudian mengaktifkan aplikasi yang ingin kita jalankan.

Fungsi dari “Show Desktop” ini adalah untuk mejadikan hal tersebut menjadi mudah. Tinggal meng-click tombol “Show Desktop” pada quick launch toolbar, maka secara instan Desktop anda akan muncul 🙂

Kembali kepada permasalahan yang saya hadapi, bagaimana mengembalikan icon tersebut seandainya tidak sengaja terdelete.

Berikut adalah caranya:

1. Buka aplikasi Notepad anda
2. Tuliskan baris perintah sebagai berikut.

[Shell]
Command=2
IconFile=explorer.exe,3
[Taskbar]
Command=ToggleDesktop

3. Lalu simpan file tersebut dengan nama Show Desktop.scf. Perhatikan, file tersebut harus tersimpan dengan ekstensi “scf”.

4. Lakukan “drag & drop” file tersebut ke arah quick launch program kita

dan SELESAI 🙂

referensi:
http://support.microsoft.com/kb/190355

Nge-Plurk

Lagi-lagi tulisan iseng…

Setelah demam blog yang mewabah hampir keseluruh dunia dan telah memakan korban jutaan orang termasuk saya sendiri (meskipun jarang update blog-nya), trend tersebut kian berkembang. Setiap orang saat ini seakan-akan menjadi penting dan semua kegiatannya layak untuk diketahui oleh orang lain.

Fenomena blog tampaknya kurang bisa mengakomodir keinginan orang-orang tersebut (termasuk saya) untuk selalu showoff kepada orang lain tentang apa yang sedang dilakukan, apa yang sedang dirasakan, apa yang sedang dipikirkan dan apa yang ingin dilakukan. latar belakang fenomena blog tidak bisa menjawab permasalahan ini, menurut saya adalah karena dalam penulisan sebuah blog, seseorang secara tidak langsung “dituntut” untuk menyajikan sesuatu yang memiliki nilai informasi dan memiliki keutuhan runtutan cerita. Sementara orang-orang yang showoff hal tersebut kurang lah penting, yang penting adalah orang-orang tau tentang dirinya.

Untuk itu lahirlah beberapa sistem yang disebut microblogging, yang secara sederhana dapat dijelaskan sebagai “ngeblog kecil-kecilan”. Meskipun dikatakan “micro” kekuatan sistem ini tidak bisa diremehkan, karena informasi besar lahir dari informasi kecil. Beberapa sistem microblogging yang terkenal adalah Twitter, Jaiku dan terakhir yang saya ketahui yang cukup populer adalah Plurk.

Saya sendiri saat ini menjadi pelanggan setia plurk dan kegiatan microblogging saya dapat dipantau di sini.

Manfaat yang saat ini saya peroleh dari nge-plurk adalah, saya dengan cepat dapat mengekspresikan pemikiran dan perasaan saya dalam bentuk tulisan, suatu hal yang cukup sulit saya lakukan melalui full system of blogging.

So, ayo teman-teman..kita nge-plurk bareng!!!