Android 6.0 (Marshmallow)

Tanggal 29 September 2015 lalu, Google resmi merilis sistem operasi terbaru dari keluarga Android yang diberi kode rilis, Android Marshmallow (Android 6.0). Rilis Android 6 ini bersamaan dengan rilis dua handset terbaru Google, yaitu Nexus 5X dan Nexus 6P (P-nya singkatan dari kata Premium). Android Marshmallow ini dapat dinikmati pengguna Google Nexus 5 ke atas, yang artinya Google Nexus 6 saya mendapatkan update ini juga.

Screenshot_20151017-124745

Beberapa fitur/perubahan yang menarik dari Android Marshmallow antara lain:

  1. App Permission yang dibuat secara terpisah-pisah untuk tiap-tiap fungsi daam suatu aplikasi. Contohnya seperti ini, apabila kita menggunakan aplikasi WhatsApp, dahulu permission yang diminta sudah langsung meliputi akses terhadap video, wifi, audio, profile dan lainnya. Dengan fitur baru di Android Marshmallow ini, kita bisa memberikan permission pada fitur tertentu saja. Misalnya kita tidak mau Whatsapp dapat mengakses foto kita, ya tidak usah diberikan permission-nya. Fitur ini menjadi menarik mengingat sekarang awareness terhadap privacy semakin tinggi dan ada kekhawatiran suatu app tanpa persetujuan kita mengambil data pribadi kita. Screenshot_20151017-120547
  2. Doze Mode (battery optimization) yang merupakan pengembangan terbaru dari sistem penghematan daya pada Android. Dengan Doze Mode ini, aplikasi yang tidak digunakan secara otomatis akan “ditidurkan” dari sistem dan seminimal mungkin menggunakan daya battery. Yang unik adalah, meskipun dalam sleeping mode seperti itu, fungsi notifikasi dari app tersebut tetap berfungsi. Tampaknya Doze Mode ini memerlukan optimisasi dari sisi App juga ya, sehingga App developer harus meng-update app-nya untuk memanfaatkan Doze Mode ini.Screenshot_20151017-120621
  3. App links merupakan salah satu fitur lanjutan dari fitur “open with..” yang merupakan salah satu fitur terbaik yang ada di Android, yaitu memberikan pilihan kepada pengguna untuk memilih aplikasi apa yang akan digunakan untuk membuka suatu file/link. Fitur ini tidak ada di iOS dan membuat pengguna iOS harus manut sama Apple dalam menggunakan aplikasi yang ada. Dalam pengembangannya fitur App links ini semakin cerdas untuk menentukan aplikasi apa yang harus digunakan apabila kita ingin membuka suatu file/data/link. Contohnya, misalnya di email kita melihat ada tweet seseorang, kita tinggal mengklik tautan tweet tersebut, maka otomasi aplikasi twitter akan terbuka (dia tidak akan membuka web browser untuk mengakses link tersebut).Screenshot_20151017-121135
  4. Fitur Cut, Copy and Paste yang dibuat lebih simpel dan melekat pada teks. Kalau fitur ini sih kayaknya mengikuti yang ada di iOS ya? Heheh tapi tetap saja, adanya fitur ini memberikan kemudahan buat orang yang suka melakukan text editing di handset Android.Screenshot_20151017-121554
  5. Google Now on Tap ini sih salah satu killer feature dari Android Marshmallow. Google Now on Tap ini akan menampilkan informasi yang relevan dengan tampilan yang sedang kita lihat. Contohnya, misalnya saya sedang mengakses website soal travelling ke Raja Ampat, nantinya Google Now on Tap ini akan menampilkan informasi yang relevan dengan Raja Ampat, misalnya tiket menuju ke sana, penginapan yang ada di sana, nama operator diving di sana dan foto-foto mengenai Raja Ampat!Screenshot_20151017-121605
  6. Adanya file manager di Android bukan lah hal baru. File manager di Android ini sangat membatu untuk melakukan manajemen file yang ada di handset. Bandingkan dengan iOS yang tidak punya fitur ini betapa sulitnya mau manajemen file. Di Android Marshmallow sekarang sudah ada built-in File Manager juga yang walaupun secara fitur masih kalah dengan file manager sekelas Es File Explorer.
  7. Untuk pengguna yang rada “advance”, Android Marshmallow sudah dilengkapi fitur seperti RAM Manager untuk melakukan manajemen RAM misalnya melihat aplikasi apa yang paling banyak mengakses RAM dan Adoptable Storage Device untuk manajemen external storage misalnya.Screenshot_20151017-123005
  8. Dari sisi kosmetik juga Android Marshmallow memiliki pembaruan, misalnya tampilan manajemen audio yang lebih rapih dan mudah untuk mengontrol audio baik itu untuk fungsi notifikasi, media maupun telepon.

Fitur-fitur di atas lah yang menurut saya menjadi highlight dari Android Marshmallow ini. Oh iya, bagi pengguna Nexus 6 yang sudah tidak sabar ingin menggunakan Android Marshmallow ini, saya menyiapan tutorial untuk proses manual updatenya. Silahkan meluncur ke website neoteker untuk membaca tutorialnya.

One Reply to “Android 6.0 (Marshmallow)”

  1. Hello admin i see you don’t monetize your blog.
    You can earn additional bucks easily, search on youtube for: how to earn selling
    articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *