Buku “Hacking” Zaman Sekarang

Teringat masa-masa SMU sekitar tahun 2001-2002, cukup sulit mencari buku tentang “hacking” di Gramedia. Kalaupun ada buku yang terkait, kita hanya menemukan buku TCP/IP yang legendaris itu yang ditulis Pak Onno W. Purbo dan buku-buku Pak Onno lainnya. Paling jauh juga kita menemukan buku tentang programing bahasa C. Sekarang, coba sejenak meluangkan waktu ke deretan buku tentang komputer di toko buku terdekat anda, pasti anda akan menemukan banyak sekali buku-buku tentang “hacking”.

Apakah banyaknya buku tentang hacking ini menggambarkan awareness akan aspek keamanan komputer sudah menjadi lebih baik? Atau justru menunjukkan adanya penyederhanaan proses berpikir tentang apa itu hacking? Silahkan anda nilai sendiri dengan memperhatikan beberapa buku yang saya coba capture berikut.

12 thoughts on “Buku “Hacking” Zaman Sekarang

  1. Ya ngga lah..cuman dilihat-liat ajah di Gramedia…mungkin duitnya lebih baik kalau disumbangkan ke yang lebih membutuhkan dibandingkan beli buku ini

  2. “mungkin duitnya lebih baik kalau disumbangkan ke yang lebih membutuhkan dibandingkan beli buku ini”
    mungkin anda lebih pintar dari sang penulis buku
    tapi bukan dengan berkata seperti itu cara menghargai, mengapresiasi sebuah karya.

    “bagaimana orang lain menghargai anda, jika anda sendiri tidak pernah menghargai orang lain”

  3. Prinsip saya sih, kalau mau dihargai oleh orang lain ya kita melakukan sesuatu atau menghasilkan sesuatu yang layak untuk dihargai oleh orang lain.

    Apresiasi lahir karena ada nilai tambah yang diberikan kepada orang lain. Kalau ternyata buku ini bermanfaat untuk orang lain ya silahkan saja. Hanya saja buku ini tidak bermanfaat, paling tidak untuk saya.

  4. Menurut saya yang buku no2 “Hacking Website for Newbie”
    bukunya bagus, isinya cukup mengena, cukup komplit, ada penjelasan cara penyerangan dan menutup celahnya.

    Banyak juga dari pembaca buku tersebut yang memberikan testimonial yang sama, bahwa buku tersebut bagus

    lihat saja di: http://www.codenesia.com/testimonial-dari-pembaca-buku-hacking-website-newbie.aspx

    banyak juga pembeli onlinenya, berarti pendapat bahwa buku itu bagus tidak hanya dari orang dekat saja tapi juga dari orang yang belum dikenal
    http://codenesia.com/daftar-beberapa-pembeli-buku-hacking-website-newbie-order-online.aspx

    Berarti karya tersebut terbukti dihargai oleh orang lain.

  5. Ben, mungkin bisa menjadi “anak tangga”..tapi coba baca deh isinya..pasti akan paham apa yang saya maksud dalam tulisan ini :)

  6. Kecerdikan Yang Dianggap Bodoh

    Ketika seorang pengusaha sedang memotong rambutnya pada tukang cukur yang berdomisili tak jauh dari kantornya, mereka melihat ada seorang anak kecil berlari-lari dan melompat-lompat di depan mereka.

    Tukang cukur berkata, “Itu Bejo, dia anak paling bodoh di dunia”
    “Apa iya?” jawab pengusaha

    Lalu tukang cukur memanggil si Bejo, ia lalu merogoh kantongnya dan mengeluarkan lembaran uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu menyuruh Bejo memilih, “Bejo, kamu boleh pilih & ambil salah satu uang ini, terserah kamu mau pilih yang mana, ayo nih!”

    Bejo melihat ke tangan Tukang cukur dimana ada uang Rp. 1000 dan Rp. 500, lalu dengan cepat tangannya bergerak mengambil uang Rp. 500.

    Tukang cukur dengan perasaan benar dan menang lalu berbalik kepada sang pengusaha dan berkata, “Benar kan yang saya katakan tadi, Bejo itu memang anak terbodoh yang pernah saya temui. Sudah tak terhitung berapa kali saya lakukan tes seperti itu tadi dan ia selalu mengambil uang logam yang nilainya paling kecil.”

    Setelah sang pengusaha selesai memotong rambutnya, di tengah perjalanan pulang dia bertemu dengan Bejo. Karena merasa penasaran dengan apa yang dia lihat sebelumnya, dia pun memanggil Bejo lalu bertanya, “Bejo, tadi saya melihat sewaktu tukang cukur menawarkan uang lembaran Rp. 1000 dan Rp. 500, saya lihat kok yang kamu ambil uang yang Rp. 500, kenapa tak ambil yang Rp. 1000, nilainya kan lebih besar 2 kali lipat dari yang Rp. 500?”

    Bejo pun berkata, “Saya tidak akan dapat lagi Rp. 500 setiap hari, karena tukang cukur itu selalu penasaran kenapa saya tidak ambil yang seribu. Kalau saya ambil yang Rp. 1000, berarti permainannya akan selesai…”

    PESAN MORAL:
    Banyak orang yang merasa lebih pintar dibandingkan orang lain, sehingga mereka sering menganggap remeh orang lain. Ukuran kepintaran seseorang hanya TUHAN yang mengetahuinya. Alangkah bijaksananya ki†a jika tidak menganggap diri sendiri lebih pintar dari orang lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>